Sekilas tentang Transkrip Terperinci

  • 0

Sekilas tentang Transkrip Terperinci

Di artikel sebelumnya telah dibahas tentang transkrip sederhana. Kali ini akan dibahas tentang transkrip terperinci dengan aturan yang lebih kompleks. Transkripsi jenis ini diperlukan jika analisis yang akan dilakukan terfokus tidak saja pada isi percakapan tetapi juga pada semantik. Dalam kasus tersebut, elemen seperti intonasi, volume suara  dan kecepatan  dan pitch suara disertakan dalam transkrip.

Seperti telah diketahui, transkrip sederhana memungkinkan peneliti untuk memahami isi percakapan dengan cepat. Detail mengenai intonasi dihilangkan sehingga transkrip mudah dibaca. Sementara di transkrip terperinci, pembaca mendapatkan informasi lebih baik tentang kesan para pembicara karena mencakup intonasi dan logat. Peneliti dapat menganalisis dan mengambil kesimpulan dengan lebih tepat ketika narasumber terdengar antusias karena dia berulang kali menekankan suatu suku kata.

Peneliti harus memutuskan bagaimana cara menuliskan ekspresi komunikasi dan informasi yang dia perlukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab peneliti misalnya, informasi apa yang harus dimasukkan di dalam transkrip?
Apakah penting untuk memasukkan penekanan?
Apakah vernakular atau dialek harus diwakili dalam transkrip?
Sebuah aturan transkripsi yang jelas akan membantu penyusunan transkrip yang dapat dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.

Sekali lagi, perlu ditekankan bahwa tujuan dari transkripsi adalah menuliskan ucapan secara rinci untuk memberikan pemahaman yang baik dari percakapan bagi pembaca. Hal ini dilakukan, misalnya, dengan memasukkan jeda, intonasi, atau pembicaraan tumpang tindih di transkrip. Namun terlalu banyak detail juga dapat mempersulit orang untuk memahami transkrip.


Leave a Reply