Tentang Transkrip Verbatim

  • -

Tentang Transkrip Verbatim

Transkripsi Verbatim adalah seni mengubah kata yang diucapkan ke dalam sebuah teks sehingga pesan yang disampaikan sama persis sesuai dengan yang diucapkan. Proses ini memerlukan kemampuan mendengar yang tajam dan perhatian terhadap detail. Transkrip verbatim tidak dapat dibuat mendengar sebuah percakapan/rekaman sambil lalu tanpa berpikir. Transkriptor harus memperhatikan setiap nada kata suara, dan dengan cermat menggunakan tanda baca untuk menyampaikan pesan yang benar.

Salah satu prinsip dalam melakukan transkripsi adalah menuliskan satu per satu kata yang diucapkan oleh setiap pembicara. Dengan kata lain transkriptor tidak boleh meringkasnya kecuali ada permintaan spesifik untuk itu. Suasana dan emosi yang spesifik dalam transkrip verbatim sangat diperlukan oleh peneliti dan analis ilmu sosial. Oleh karena itu harus juga dimasukkan unsur non verbal yang terjadi dalam percakapan, misalnya pembicara tersenyum, tertawa, terbatuk, nada tinggi, marah, terbata-bata, pintu terbuka, bangku diseret, dll.

Prinsip utama dari transkripsi verbatim adalah menangkap ‘apa’ dan ‘bagaimana’ suatu pembicaraan. Tidak semua orang atau klien memerlukan tingkat detail yang sama. Oleh karena itu, selalu berdiskusi dengan klien untuk mengetahui kebutuhan khususnya sebelum memulai transkripsi.

Disadur dan diterjemahkan dari http://www.indianscribes.com/