Mengubah bentuk lisan menjadi tulisan

  • -

Mengubah bentuk lisan menjadi tulisan

Percakapan tatap muka biasanya tidak hanya berisi kata-kata yang diucapkan tetapi juga gerak tubuh seperti gerak tangan, perubahan ekspresi wajah, dan perubahan intonasi. Namun, sebuah hasil transkrip dapat menjadi sumber informasi penting, terutama jika dilengkapi dengan rekaman dan ringkasan, untuk berbagai keperluan seperti penelitian, sejarah lokal, televisi dan penulisan skenario. Untuk menghasilkan transkripsi yang berkualitas ada 2 panduan etis yang perlu diperhatikan:

  •  Jangan memperbaiki kata atau tata bahasa dari pembicara atau bahkan pola/cara berbicaranya.
  • Jangan mengganti isi, maksud, atau menyisipkan kata-kata kita sendiri ke dalam percakapan.

Proses transkrip menyita banyak waktu antara 4 sampai 10 jam untuk satu jam rekaman, tergantung pada kualitas audio, pelafalan pembicara, jumlah pembicara, jenis kegiatan, gangguan (noise), dan perlengkapan transkrip yang dimiliki. Jika waktu anda pendek maka daripada mendesak transkriptor untuk menyelesaikan dengan cepat tapi kualitas tidak baik, maka untuk memilih (mengedit) bagian yang sangat penting atau meminta transkriptor membuat ringkasan dari seluruh rekaman tersebut.

Beberapa panduan untuk mentranskrip rekaman:

  • Anda bisa menuliskan setiap jeda, setiap ‘um’ dan ‘ahh’ tapi ini membuat hasilnya tidak begitu nyaman dibaca. Sebaiknya hanya memasukkan jeda itu jika dianggap penting atau ada permintaan khusus dari klien.
  • Gunakan satu kamus standar untuk mengerjakan suatu proyek yang juga menjadi acuan ejaan sehingga hasilnya konsisten.
  • Gunakan jenis font, spasi, garis, tanda kutip, angka, dan tanda baca lainnya yang seragam.
  • Catat ekspresi tertentu ke dalam tanda kurung misalnya ‘(tertawa)’, ‘(bunyi telepon)’.
  • Jika tidak dapat menangkap bagian tertentu dari rekaman maka coba mengulang 3-4 kali. Jika tidak juga terdengar maka ada beberapa cara:
  • Mengetik apa yang terdengar kemudian diberi tanda tanya dalam kurung ‘(?)’
  • Memberi tanda titik tiga ‘…’ dan diberi tanda waktu ‘(00:23:25)’ agar klien dapat memeriksa kembali.
  • Gunakan tanda hubung ‘–’ untuk jeda, interupsi dan kalimat yang terputus/tidak selesai.
  • Tanggapan seperti “uh huh” atau “hmm”, bisa dimasukkan atau tidak perlu sesuai dengan permintaan klien atau standar masing-masing.

Disadur dari: http://www.baylor.edu/Oral_History/Workshop_welcome.html