Salah Persepsi Mengenai Penerjemahan

  • -

Salah Persepsi Mengenai Penerjemahan

Oleh Alexander Schunk

Artikel ini merupakan ringkasan dari pengalaman saya sebagai seorang penerjemah. Tulisan ini ditujukan kepada klien yang ingin menggunakan jasa penerjemah dan untuk memudahkan komunikasi antara klien dan penerjemah.

“Menerjemahkan adalah Pekerjaan Mudah.”

Ya dan tidak. Hal ini tergantung pada banyak hal seperti bahasa yang dikerjakan, subyek tulisan, tenggat waktu, dll. Pada dasarnya, menerjemahkan sama sulitnya dengan pekerjaan khusus lainnya karena sangat tergantung pada pengetahuan penerjemah untuk menunjang kemampuannya menerjemahkan teks .

Jika penerjemah menerjemahkan hanya satu jenis teks setiap hari dan selalu berisi jargon yang sama, maka menerjemahkan teks tersebut menjadi mudah. Jika dia mendapat teks yang berbeda dengan jargon yang berbeda maka akan sulit baginya sampai ia sepenuhnya memahami jargon-jargon baru dalam teks yang berbeda.

“Penerjemah Menerjemahkan Kata per Kata.”

Salah. Hal ini tidak jarang disebut dengan daftar kata. Seorang penerjemah tidak pernah menerjemahkan kata per kata atau mempertukarkan satu kata dengan kata yang lain dalam bahasa yang berbeda. Dalam praktiknya, apa yang dilakukan penerjemah adalah mencoba memahami makna teks sumber dan mengekspresikannya menggunakan bahasa sasaran.

Penerjamahan kata per kata sangat tidak mungkin dilakukan karena ada perbedaan fitur sintaksis dari bahasa yang digunakan. Jika bahasa A menggunakan sebuah kata untuk mengekspresikan makna tertentu, maka bahasa B mungkin menggunakan sintakma yang berbeda untuk mengungkapkannya.

Hal penting lainnya adalah bahwa kata-kata, dalam konteks yang berbeda, dapat memiliki arti yang berbeda. Hal ini bahkan berlaku untuk jargon. Itulah sebabnya seorang penerjemah perlu memahami konteks kata yang dia terjemahkan untuk menemukan padanan yang terbaik dan pas dalam bahasa sasaran.

“Menerjemahkan Teks dengan Subyek Khusus Lebih Mudah daripada Menerjemahkan Teks Umum.”

Salah. Asumsi ini berasal dari pemikiran bahwa teks khusus dibuat agar maknanya jelas dan menghindari ambigu. Namun, hal itu tidak benar. Teks khusus juga mengandung kata-kata ambigu dan dapat memiliki arti yang sama sekali berbeda jika digunakan dalam konteks yang berbeda.

“Penerjemah adalah ‘Kamus Berjalan’.”

Ich bin kein laufendes W√∂rterbuch. Saya bukan kamus berjalan. Itu adalah makna dari frase Bahasa Jerman. Saya merasakan anggapan ini ketika berbicara dengan orang lain tentang pekerjaan saya, kemudian biasanya mereka bertanya kepada saya: “Apa artinya ini dan itu dalam bahasa Jerman?”

Jika saya menjawab: “Saya minta maaf, tapi saya tidak tahu”, maka saya mendapat jawaban: “Tapi kamu belajar beberapa bahasa bukan?”

Aduh. Hanya karena saya telah mempelajari beberapa bahasa bukan berarti saya tahu arti setiap kata tertentu atau frase bahasa B dalam bahasa Jerman. Seorang penerjemah bukanlah kamus berjalan dan kami tidak mempelajari bahasa atau masuk Studi Penerjemahan dengan tujuan menggantikan kamus.

“Penerjemah Hanya Bekerja dengan Kamus.”

Salah. Penerjemah menggunakan banyak alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari termasuk kamus, glosarium, CAT Tools, dll.

“Penerjemah adalah Pekerjaan Tidak Tetap dengan Honor yang Rendah.”

Asumsi ini saya dapatkan ketika bekerja untuk beberapa lembaga di Timur Tengah atau bahkan di Eropa. Saat ini saya tidak akan menerima pekerjaan yang menawarkan tarif sangat rendah karena dengan harga tersebut saya tidak bisa hidup layak. Karena penerjemahan adalah pekerjaan khusus, klien tidak bisa mengharapkan penerjemah untuk bekerja dengan tarif 0,01 persen yang hampir tidak ada artinya.

Seorang penerjemah juga memiliki biaya yang harus ia keluarkan termasuk menyewa tempat tinggal, menyewa kantor, koneksi internet, alat CAT, kamus, dll. Anda tidak dapat membayar semua itu dengan pendapatan 0 sen. Penerjemah adalah seorang spesialis seperti programmer adalah seorang spesialis TI, dan saya tidak pernah mendengar bahwa klien telah membayar $ 0 atau EUR untuk seorang spesialis TI dan merasa puas dengan pekerjaan mereka.

“Penerjemah Siap Bekerja 7 hari seminggu 24 jam sehari.”

Asumsi ini saya ketahui ketika bekerja untuk beberapa lembaga yang menghubungi saya pada pukul 9 malam di hari Jumat dan Sabtu dan menawarkan saya pekerjaan untuk dilakukan hari Sabtu sampai Minggu. Pikirkan tentang hal ini. Apakah Anda bekerja selama seminggu dan mulai menerjemahkan pada Sabtu malam yang dijadwalkan selesai pada Minggu malam untuk harga yang sama ketika Anda bekerja dari Senin sampai Jumat?

Saya berasumsi jawaban Anda adalah tidak kecuali Anda adalah seorang manajer sebuah bank besar dan mendapatkan jutaan USD per tahun. Saya memiliki terlalu banyak masalah dengan pekerjaan selama akhir pekan sehingga membuat aturan bahwa saya tidak menerima pekerjaan yang ditawarkan pada hari Jumat atau Sabtu dengan tenggat waktu Minggu depan atau hari Senin.

“Dengan CAT Tools Menerjemahkan menjadi Mudah.”

Ya dan tidak. Memang benar bahwa CAT Tools dapat membuat pekerjaan penerjemah lebih mudah tetapi tidak berlaku dalam semua kasus. Misalnya, jika Anda menggunakan Wordfast dan mulai menerjemahkan dokumen baru yang tidak memiliki TM maka Wordfast tidak akan menerjemahkan apa-apa karena tidak ada perangkat di TM yang bisa melakukannya dan Anda harus menerjemahkan teks tersebut secara manual.

Hanya dengan cara membereskan terjemahan dan memperbarui TM, Wordfast dapat membantu Anda melakukan penerjemahan. Pastinya, jika ada lebih dari satu dokumen yang akan diterjemahkan dan Anda telah memperbarui TM maka bekerja dengan CAT Tools kemungkinan besar akan sangat membantu Anda menerjemahkan dokumen.

Dengan kata lain, CAT Tools dapat membantu Anda jika Anda bekerja pada sejumlah dokumen yang berulang berisi kata atau frasa yang sama tetapi perangkat tersebut tidak akan banyak membantu jika Anda hanya memiliki satu dokumen yang tidak mengandung banyak pengulangan.

Sumber: www.translatorscafe.com/cafe/article103.htm?
By Alexander Schunk