Category Archives: Article

  • 0

Sekilas tentang Transkrip Sederhana

Siapapun yang mentranskripsi atau yang bekerja dengan transkrip perlu menyadari bahwa suatu transkrip tidak pernah bisa sepenuhnya merekam situasi dalam bentuk tertulis. Hal ini karena terlalu banyak elemen yang terjadi dalam proses komunikasi. Tidak mungkin untuk menuliskan semuanya. Bahkan transkrip yang memiliki kode pancatatan rinci yang menuliskan berbagai suara yang terdengar bukan berarti sangat akurat. Suatu transkrip dapat menghilangkan aspek non-verbal seperti bau, kondisi di dalam ruangan, pengaturan waktu, ekspresi wajah dan gerak tubuh. Oleh karena itu, transkriptor atau transcriber perlu fokus pada aspek-aspek tertentu dari komunikasi.

Untuk memenuhi standar kualitas penelitian kualitatif, peneliti dan transkriptor perlu sengaja mengatur fokus agar sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan atau untuk tujuan penggunaan transkrip. Contoh: dalam suatu rekaman, peneliti menanyakan jika informan akan mengurangi jumlah karyawan tahun depan. Informan berpikir selama lima detik untuk berpikir, menggosok dagunya. Dia kemudian melihat ke bawah ke lantai, pelan-pelan menjawab “naaaaah”. Pernyataan ini secara sederhana dapat dituliskan “tidak”.

Dalam transkrip sederhana, elemen komunikasi paraverbal dan non-verbal dihilangkan. Contoh komunikasi paraverbal adalah nada bicara, penekanan, volume, dan jeda. Dialek dan bahasa sehari-hari mendekati bahasa standar. Fokus transkrip sederhana terletak pada pembacaan. Transkrip tipe ini lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan.

Sumber gambar: https://isabelfuster.es


  • 0

Perjalanan manajemen pengetahuan di organisasi

Banyak praktisi manajemen pengetahuan mengeksplorasi cara untuk ‘berbagi pengetahuan’ di seluruh organisasi. Praktisi mengakui kekuatan dan nilai teknologi ‘sebagai alat’ dalam proses berbagi pengetahuan tapi mereka penasaran dengan potensi kekuatan lainnya.  Salah satunya adalah peran memfasilitasi perubahan budaya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah semua tahap dalam manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk merangsang perubahan cara kerja, tidak tergoda melakukan kesalahan dengan menempatkan teknologi informasi sebagai pusat dari perubahan budaya. Beberapa hal yang perlu dijaga selama proses manajemen pengetahuan adalah
• kehilangan visi tentang alasan melakukan manajemen pengetahuan,
• tersesat pada berbagai fitur yang dianggap menarik dan keren,
• manajemen pengetahuan dianggap sebagai solusi tanpa masalah.

Dalam upaya mencapai kesuksesan, kadang perlu melalui berbagai kegagalan yang oleh manajemen dianggap “eksperimen mahal”. Manajemen pengetahuan perlu diterapkan dengan pengawalan anggaran yang ketat dan fokus pada tujuan utama yaitu meningkatkan adopsi prinsip berbagi pengetahuan di mana setiap anggota organisasi terlibat dalam perjalanan kemajuan organisasi.


  • 0

Tantangan kepemimpinan visioner

Salah satu kekuatan dari seorang pemimpin visioner adalah kemampuan mereka membangun staf pelaksana dari orang-orang terbaik di seluruh dunia. Dalam sebuah perusahaan hanya ada satu visi yang perlu dikedepankan yaitu visi si pemimpin. Seorang pemimpin mengarahkan visi dengan menempatkan para pelaksana (eksekutif) operasional yang memiliki kapasitas di setiap bidang – hardware, software, desain produk, rantai pasokan, manufaktur. Mereka adalah orang-orang yang dianggap mumpuni untuk menerjemahkan visi dan karakter pemimpin ke dalam rencana, proses, dan prosedur.
Ketika pendiri dan visioner keluar atau mengundurkan diri, para pelaksana operasional tersebut merasa bahwa sudah tiba giliran mereka untuk menjalankan perusahaan. Kadang juga dengan restu dari pemimpin sebelumnya.
Ketika menjadi pemimpin, HBR mengamati bahwa salah satu hal pertama yang dilakukan para pemimpin baru ini adalah menyingkirkan kekacauan dan turbulensi di dalam organisasi. Para pemimpin yang dulunya pelaksana sangat menginginkan stabilitas, proses, dan kegiatan berulang. Hal itu dapat meningkatkan prediktabilitas, tapi seringkali menjadi titik awal kematian kreatifitas. HBR mengamati bahwa biasanya orang-orang yang kreatif mulai undur diri, para pelaksana lain mulai memainkan peran yang lebih senior, dan mempekerjakan lebih banyak orang untuk operasional.

Pergeseran budaya ini diwariskan dari atas dan yang tadinya sebuah perusahaan dengan misi untuk mengubah dunia sekarang terasa seperti pekerjaan pada umumnya. Dilema ini dihadapi oleh berbagai perusahaan besar seperti Microsoft dan Apple. Kepergian seorang pemimpin inovatif melahirkan pertanyaan penting: Apakah Anda akan mencari inovator lain, mempromosikan salah satu pelaksana, atau mencari sosok inovator yang sudah ada di dalam organisasi?

Jika Anda mengalami dilema yang sama, ada baiknya melihat kembali proses di dalam perusahaan dan mengambil refleksi dari kasus perusahaan lain.

Disadur dari artikel HBR.com di https://hbr.org/2016/10/why-visionary-ceos-never-have-visionary-successors


  • 0

Tahap pengendalian kualitas

Tahap pengendalian kualitas atau quality control dalam kerja transkrip dan jasa penerjemahan sangat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan. Setelah selesai melakukan transkrip dan penerjemahan, tim TranscriptDOC akan memeriksa hasilnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap pengendalian kualitas yaitu

  • Tata letak sesuai dengan dokumen bahasa sumber
  • Jenis huruf yang digunakan sesuai dokumen sumber
  • Header dan footer konsisten dengan dokumen bahasa sumber
  • Nama-nama dieja dengan benar
  • Pemberian nomor halaman dicocokkan dengan dokumen sumber dan teks mengalir dengan harmonis
  • Semua pembaruan bahasa sumber telah dimasukkan
  • Margin, grafis dan posisi teks

Setelah seluruhnya diperiksa, tim pengendali kualitas akan mengirimkannya ke klien.

Sumber : https://www.ctslanguagelink.com/translation_process.php


  • 0

Tips menyikapi persaingan usaha

Saat ini sudah ada banyak jasa transkrip yang berdiri dan mempromosikan usaha mereka melalui berbagai media sosial. Jasa penerjemahan sudah lebih dulu menjamur dan banyak ditemui di kota-kota besar di tanah air. Lalu bagaimana usaha yang baru berdiri dapat bersaing? Pertanyaan yang sama juga berlaku ke usaha yang sudah lama berdiri. Bagaimana usaha yang memiliki banyak klien dapat meningkatkan pelayanan dan menambah jumlah klien?

Selama menjalankan TranscriptDOC, saya belajar bahwa setiap usaha memiliki karakter masing-masing. Klien yang datang atau yang sedang mencari penawaran biasanya akan melihat kecocokkan antara kebutuhan dan karakter kualitas yang mereka inginkan dengan karakter penyedia jasa. Karakter bisa diwujudkan dalam bentuk penentuan segmen klien yang spesifik, layout hasil kerja yang khas, logo dan tagline perusahaan yang kuat, dan memberikan layanan khas yang tidak dimiliki oleh pesaing di bidang jasa tersebut.

Proses penjajakan merupakan tahap yang penting. Ketika proses itu dilalui dengan sukses, baik penyedia jasa dan pengguna jasa telah membangun komunikasi yang lebih  informal berbasis kepercayaan.

Kata kunci untuk semua jenis usaha memang tidak lain adalah KEPERCAYAAN. Menumbuhkan dan menunjukkan kepercayaan bisa dilakukan dengan cara menjaga kerahasiaan klien dan data yang dimiliki, memenuhi tenggat sesuai kesepakatan, pemberian tarif yang wajar, komunikasi yang sopan dan tegas, dan adanya mekanisme perbaikan sesuai kesepakatan.

Jadi pemberian tarif yang sangat murah atau diskon pada tanggal tertentu dari tarif pesaing hanya satu strategi agar calon klien tertarik mencoba. Ketika muncul kecocokan dan kepercayaan, maka perlahan tarif akan disesuaikan. Tentu dengan mengomunikasikan alasan yang dapat dipahami klien.

Kalau boleh disimpulkan, persaingan usaha dapat disikapi dengan cara:

  1. menemukan karakter khas dari perusahaan yang dibangun,
  2. memberikan tarif khusus bagi klien baru,
  3. membangun dan memelihara kepercayaan klien.

Semoga membantu.

19 Juni 2016


  • 0

Mengatasi kejenuhan bekerja sebagai freelancer

Tidak semua orang bisa bekerja mandiri di rumah atau bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Meskipun terlihat santai dan leluasa mengatur jam kerja, bisa jadi waktu yang dihabiskan untuk bekerja jauh lebih panjang dibanding jika bekerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Satu tantangan bagi freelancer adalah kejenuhan yang sering dialami karena sebagian besar pekerjaan dilakukan sendiri. Jika pun ada komunikasi dengan anggota tim atau manajer, dilakukan melalui perangkat komunikasi jarak jauh. Untuk itu, seorang freelancer, terutama transkriptor dituntut untuk dapat memotivasi diri sendiri dalam bekerja.

Memiliki perangkat komunikasi multifungsi sangat membantu mengatasi kejenuhan. Selain sebagai alat berkomunikasi, juga bisa digunakan untuk bermain, melihat web dan produk kompetitor, membaca artikel dan berita, dan informasi lain.

Jadwalkan untuk bekerja di luar rumah beberapa kali dalam sebulan. Selain itu merecanakan liburan setiap 2 minggu sekali bersama teman atau keluarga akan sangat membantu untuk mendapatkan suasana berbeda.

Memanjakan diri dengan merawat tampilan di salon sehingga menambah rasa percaya diri dan sebagai terapi relaksasi.

Berolahraga. Bekerja di rumah seringkali membuat freelancer malas untuk bergerak dan berolahraga. Jangan nomor duakan kebugaran tubuh, terutama karena berguna untuk menjaga stamina, kesehatan, dan semangat kerja.

Dengan melakukan hal-hal di atas, freelancer dapat mengurangi kejenuhan yang muncul pada saat bekerja.

Malang, 29 Mei 2016