Cara Merekam Suara di Komputer Dengan Audacity

  • -

Cara Merekam Suara di Komputer Dengan Audacity

Sebelum kita membahas tentang cara merekam file suara menggunakan Audacity atau cara merekam suara di Komputer, alangkah baiknya kita mengenal apa itu audacity. Audacity adalah software multimedia yang digunakan untuk keperluan editing audio. Software ini sangat bagus bagi anda yang hobi mengotak-atik file audio. Contohnya untuk merekam suara, menggabungkan beberapa lagu menjadi satu lagu, dan lain sebagainya. Software ini juga bisa digunakan untuk keperluan mentranskrip.

Setelah anda mengenal tentang audacity, sekarang kita masuk ke topik pembahasan, yaitu cara merekam file suara dengan audacity untuk mempermudah proses transkrip. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.  Configure headset untuk recording.
Masukkan kabel headset pada konektor audio di sisi belakang PC. Masuk Control Panel > Sound & Audio Device > pilih Voice > Pada Voice Recording klik Tombol Volume, kemudian pada layar Recording Control, aktifkan select di bagian microphone.
2.  Setelah settingan headset selesai, sekarang kita pindah ke audacity
a. Bukalah audacity anda
b. Pada display Audacity, perhatikan di sebelah atas tengah, ada tulisan Microphone.
c. Klik File > pilih Preferences > Menu Audio I/O > di bagian Recording > Channels : pilih 1 Mono.
d. Masih di dalam menu Preferences > File Formats > Uncompressed Export Format > pilih WAV (Microsoft 8 bit PCM).
e. Kemudian, masih di menu Preferences > Quality > Default Sample Rate : pilih 8000 Hz > Default Sample Format : pilih 16-bit  > Ok
f. Setelah configurasi diatas selesai, kemudian anda kembali ke tampilan Audacity > Project Rate (lihat dibagian kiri bawah) > pilih 8000.
g. Memilih format waktu perekaman. Klik View > pilih Set Selection Format > pilih hr:mn:sec.
h. Lakukan proses perekaman melalui microphone di headset, dengan menekan tombol lingkaran merah yang ada di display Audacity. Jika sudah selesai, klik abu abu.
i. Dan akhirnya setelah semua selesai, kita akan menyimpan file tersebut. Cara menyimpan file hasil rekaman. Klik File > pilih Export as WAV > letakkan di directory yang diinginkan > beri nama file.
j. Bentuk sinyal suara yang direkam seperti ditunjukkan pada gambar di bawah (jika hanya berupa garis lurus, maka proses perekaman belum berhasil).
Sumber: http://www.rezkyutama.com/2012/08/merekam-suara-di-komputer-audacity.html


  • -

Metode berbagi informasi yang efisien

Pertimbangkan berbagai cara untuk berbagi informasi. Setiap agenda dalam pertemuan memerlukan waktu dan usaha yang berbeda untuk mendiskusikannya secara tuntas. Peran seorang fasilitator pertemuan sangat penting untuk memberikan pemikiran dan mengarahkan pertemuan untuk berbagi informasi secara efisien sehingga berguna dan menghasilkan kesepakatan bersama, tanpa membuang-buang waktu semua orang untuk membahas satu agenda yang tidak terlalu penting.

Berikut adalah beberapa saran untuk mengevaluasi minat, bertukar informasi dan menghasilkan suatu keputusan:

  • Bisakah Anda melakukan survei dengan melihat berapa peserta yang berminat pada suatu tema (atau nama anggota atau angka yang tertulis pada kartu untuk tujuan pertemuan)? Hitung berapa jumlah mereka dan laporkan hasilnya.
  • Bisakah Anda melakukan survei dengan melihat jumlah peserta yang mengacungkan tangan / nama / nomor dan kemudian meminta peserta pertemuan untuk mencatat tanggapan dan berusaha berdiskusi dengan peserta lain mengenai satu tema secara pribadi di luar pertemuan?
  • Bisakah Anda mengajukan pertanyaan dan meminta peserta untuk meresponnya secara elektronik atau dalam bentuk tulisan di kertas? Kumpulkan ide-ide, laporkan, dan buat tabungan ide atau menghilangkan ide-ide yang jarang disebutkan.
  • Bisakah Anda mengajukan suatu masalah , menyatakan “jelas” pendapat / posisi Anda, kemudian meminta mereka yang pernah berada dalam situasi / posisi / opini tersebut untuk berbicara tentang keberatan mereka?
  • Bisakah Anda menyebarkan pernyataan setuju / tidak setuju di papan pemberitahuan, mengajukan pertanyaan, kemudian meminta peserta rapat untuk menuliskan tanggapan atau posisi mereka? Minta salah satu wakil kelompok untuk membuat daftar alasan yang mendukung pendapatnya. Kemudian memanggil satu pembicara dari kelompok lain untuk menyajikan daftar alasan mereka secara singkat.

Ada kalanya pertemuan memdebatkan masalah tanpa fakta yang relevan untuk mengambil keputusan. Anda dapat mengantisipasi situasi tersebut dan mengatur pertukaran informasi yang akan diikuti oleh sebuah panel ahli / perwakilan yang dapat memberikan informasi yang diperlukan. Mulailah diskusi dengan menyiapkan dukungan fakta. Meskipun ada banyak metode lain untuk membangun diskusi yang efisien, namun tips beberapa menit ini akan menghemat banyak waktu Anda.

Sumber: www.booher.com

 


  • -

Salah Persepsi Mengenai Penerjemahan

Oleh Alexander Schunk

Artikel ini merupakan ringkasan dari pengalaman saya sebagai seorang penerjemah. Tulisan ini ditujukan kepada klien yang ingin menggunakan jasa penerjemah dan untuk memudahkan komunikasi antara klien dan penerjemah.

“Menerjemahkan adalah Pekerjaan Mudah.”

Ya dan tidak. Hal ini tergantung pada banyak hal seperti bahasa yang dikerjakan, subyek tulisan, tenggat waktu, dll. Pada dasarnya, menerjemahkan sama sulitnya dengan pekerjaan khusus lainnya karena sangat tergantung pada pengetahuan penerjemah untuk menunjang kemampuannya menerjemahkan teks .

Jika penerjemah menerjemahkan hanya satu jenis teks setiap hari dan selalu berisi jargon yang sama, maka menerjemahkan teks tersebut menjadi mudah. Jika dia mendapat teks yang berbeda dengan jargon yang berbeda maka akan sulit baginya sampai ia sepenuhnya memahami jargon-jargon baru dalam teks yang berbeda.

“Penerjemah Menerjemahkan Kata per Kata.”

Salah. Hal ini tidak jarang disebut dengan daftar kata. Seorang penerjemah tidak pernah menerjemahkan kata per kata atau mempertukarkan satu kata dengan kata yang lain dalam bahasa yang berbeda. Dalam praktiknya, apa yang dilakukan penerjemah adalah mencoba memahami makna teks sumber dan mengekspresikannya menggunakan bahasa sasaran.

Penerjamahan kata per kata sangat tidak mungkin dilakukan karena ada perbedaan fitur sintaksis dari bahasa yang digunakan. Jika bahasa A menggunakan sebuah kata untuk mengekspresikan makna tertentu, maka bahasa B mungkin menggunakan sintakma yang berbeda untuk mengungkapkannya.

Hal penting lainnya adalah bahwa kata-kata, dalam konteks yang berbeda, dapat memiliki arti yang berbeda. Hal ini bahkan berlaku untuk jargon. Itulah sebabnya seorang penerjemah perlu memahami konteks kata yang dia terjemahkan untuk menemukan padanan yang terbaik dan pas dalam bahasa sasaran.

“Menerjemahkan Teks dengan Subyek Khusus Lebih Mudah daripada Menerjemahkan Teks Umum.”

Salah. Asumsi ini berasal dari pemikiran bahwa teks khusus dibuat agar maknanya jelas dan menghindari ambigu. Namun, hal itu tidak benar. Teks khusus juga mengandung kata-kata ambigu dan dapat memiliki arti yang sama sekali berbeda jika digunakan dalam konteks yang berbeda.

“Penerjemah adalah ‘Kamus Berjalan’.”

Ich bin kein laufendes Wörterbuch. Saya bukan kamus berjalan. Itu adalah makna dari frase Bahasa Jerman. Saya merasakan anggapan ini ketika berbicara dengan orang lain tentang pekerjaan saya, kemudian biasanya mereka bertanya kepada saya: “Apa artinya ini dan itu dalam bahasa Jerman?”

Jika saya menjawab: “Saya minta maaf, tapi saya tidak tahu”, maka saya mendapat jawaban: “Tapi kamu belajar beberapa bahasa bukan?”

Aduh. Hanya karena saya telah mempelajari beberapa bahasa bukan berarti saya tahu arti setiap kata tertentu atau frase bahasa B dalam bahasa Jerman. Seorang penerjemah bukanlah kamus berjalan dan kami tidak mempelajari bahasa atau masuk Studi Penerjemahan dengan tujuan menggantikan kamus.

“Penerjemah Hanya Bekerja dengan Kamus.”

Salah. Penerjemah menggunakan banyak alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari termasuk kamus, glosarium, CAT Tools, dll.

“Penerjemah adalah Pekerjaan Tidak Tetap dengan Honor yang Rendah.”

Asumsi ini saya dapatkan ketika bekerja untuk beberapa lembaga di Timur Tengah atau bahkan di Eropa. Saat ini saya tidak akan menerima pekerjaan yang menawarkan tarif sangat rendah karena dengan harga tersebut saya tidak bisa hidup layak. Karena penerjemahan adalah pekerjaan khusus, klien tidak bisa mengharapkan penerjemah untuk bekerja dengan tarif 0,01 persen yang hampir tidak ada artinya.

Seorang penerjemah juga memiliki biaya yang harus ia keluarkan termasuk menyewa tempat tinggal, menyewa kantor, koneksi internet, alat CAT, kamus, dll. Anda tidak dapat membayar semua itu dengan pendapatan 0 sen. Penerjemah adalah seorang spesialis seperti programmer adalah seorang spesialis TI, dan saya tidak pernah mendengar bahwa klien telah membayar $ 0 atau EUR untuk seorang spesialis TI dan merasa puas dengan pekerjaan mereka.

“Penerjemah Siap Bekerja 7 hari seminggu 24 jam sehari.”

Asumsi ini saya ketahui ketika bekerja untuk beberapa lembaga yang menghubungi saya pada pukul 9 malam di hari Jumat dan Sabtu dan menawarkan saya pekerjaan untuk dilakukan hari Sabtu sampai Minggu. Pikirkan tentang hal ini. Apakah Anda bekerja selama seminggu dan mulai menerjemahkan pada Sabtu malam yang dijadwalkan selesai pada Minggu malam untuk harga yang sama ketika Anda bekerja dari Senin sampai Jumat?

Saya berasumsi jawaban Anda adalah tidak kecuali Anda adalah seorang manajer sebuah bank besar dan mendapatkan jutaan USD per tahun. Saya memiliki terlalu banyak masalah dengan pekerjaan selama akhir pekan sehingga membuat aturan bahwa saya tidak menerima pekerjaan yang ditawarkan pada hari Jumat atau Sabtu dengan tenggat waktu Minggu depan atau hari Senin.

“Dengan CAT Tools Menerjemahkan menjadi Mudah.”

Ya dan tidak. Memang benar bahwa CAT Tools dapat membuat pekerjaan penerjemah lebih mudah tetapi tidak berlaku dalam semua kasus. Misalnya, jika Anda menggunakan Wordfast dan mulai menerjemahkan dokumen baru yang tidak memiliki TM maka Wordfast tidak akan menerjemahkan apa-apa karena tidak ada perangkat di TM yang bisa melakukannya dan Anda harus menerjemahkan teks tersebut secara manual.

Hanya dengan cara membereskan terjemahan dan memperbarui TM, Wordfast dapat membantu Anda melakukan penerjemahan. Pastinya, jika ada lebih dari satu dokumen yang akan diterjemahkan dan Anda telah memperbarui TM maka bekerja dengan CAT Tools kemungkinan besar akan sangat membantu Anda menerjemahkan dokumen.

Dengan kata lain, CAT Tools dapat membantu Anda jika Anda bekerja pada sejumlah dokumen yang berulang berisi kata atau frasa yang sama tetapi perangkat tersebut tidak akan banyak membantu jika Anda hanya memiliki satu dokumen yang tidak mengandung banyak pengulangan.

Sumber: www.translatorscafe.com/cafe/article103.htm?
By Alexander Schunk

 


  • -

Teknik Melakukan Proofread

Apapun yang Anda tulis, baik itu sebuah artikel majalah, esai perguruan tinggi atau email ke klien, teks yang bebas dari kesalahan ejaan dan tanda baca adalah penting. Perangkat lunak seperti spell checker yang memeriksa kesalahan ejaan yang ada di Word atau Writer memang membantu, tetapi masih dapat melewati beberapa kesalahan. Pada saat itulah proofreading menjadi jasa yang diperlukan. Di bawah ini ada beberapa teknik untuk membuat pekerjaan proofreading Anda lebih efektif.

1. Kunci utama adalah konsentrasi. Untuk bisa mendeteksi kesalahan yang kecil seperti ejaan, maka Anda perlu berkonsentrasi. Itu berarti menyingkirkan gangguan potensial seperti ponsel, suara televisi atau radio dan tinggal membuka email.

2. Cetaklah di kertas. Orang membaca secara berbeda pada layar dan di atas kertas jadi lebih bijak jika Anda mencetak tulisan. Selain itu, jika Anda membaca dengan keras, telinga Anda mungkin menangkap kesalahan yang terlewati oleh mata Anda.

3. Hati-hati dengan adanya homonim. Homonim adalah kata-kata yang memiliki ejaan atau pengucapan yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Dalam bahasa Inggris waspadai kata seperti accept-except dan complement-compliment. Dalam bahasa Indonesia beberapa kata ditulis sama tapi memiliki makna berbeda seperti bisa (mampu atau racun ular), rapat (pertemuan atau tidak renggang), bulan (nama kalender atau nama satelit). Maka perhatikan dengan seksama .

4. Perhatikan kontraksi dan apostrof (koma satu di atas). Di dalam penulisan bahasa Inggris, orang sering tertukar ketika menulis their-they’re, its-it’s, your-you’re, dan seterusnya. Jika ada sesuatu yang bisa merugikan kredibilitas teks Anda, perhatikan kesalahan yang sering terjadi secara berulang. Juga ingat bahwa tanda kutip tidak pernah digunakan untuk membentuk kata jamak.

5. Periksa Tanda Baca. Fokuslah pada penulisan kata, tetapi jangan mengabaikan penggunaan tanda baca yang benar. Perhatikan kata-kata yang dikapitalisasi, hilang atau ekstra koma, titik digunakan secara tidak benar dan sebagainya.

6. Bacalah dari paragraf terakhir sampai ke paragraf awal. Ketika menulis kita biasanya menjadi buta terhadap kesalahan kita sendiri karena otak secara otomatis ” mengoreksi ” kata-kata yang salah dalam kalimat. Untuk mematahkan pola ini Anda dapat membaca teks mundur dari paragraf akhir, kata demi kata.

7. Periksa penulisan nomor. Penulisan jumlah uang sebesar $ 10,000 daripada $ 100,000 memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia penulisan pecahan ribuan adalah Rp 500.000 dengan titik. Begitu juga dengan kesalahan penulisan jumlah penduduk Indonesia 230 juta menjadi 230 milyar. Pastikan nomor dan jumlah yang Anda tulis sudah benar dan sesuai data yang Anda rujuk.

8. Minta Orang Lain untuk Mengoreksi Tulisan. Setelah memeriksa semua poin, lebih bijak jika meminta bantuan teman atau orang lain untuk membaca kembali tulisan Anda. Besar kemungkinan orang lain akan menemukan kesalahan yang tidak Anda perhatikan. Orang kedua juga akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengevaluasi apakah kalimat tersebut terdengar masuk akal atau tidak.

Diadaptasi dari http://www.dailywritingtips.com/8-proofreading-tips-and-techniques/


  • -

Cara mengelola notulensi korporasi

Korporasi diwajibkan oleh perangkat hukum untuk mendokumentasikan hampir semua aspek pekerjaan mereka. Termasuk di dalamnya adalah catatan atau notulensi yang diambil selamaa pertemuan pemegang saham dan dewan direksi. Notulensi adalah dokumentasi tertulis dari poin penting dan keputusan yang dibahas dalam pertemuan. Pekerjaan mengelola dokumen-dokumen ini adalah proses yang membutuhkan sistem manajemen berkas yang baik. Kegagalan untuk mengelola dan mempertanggungjawabkan proses pengambilan keputusan dalam korporasi bisa mengakibatkan tambahan biaya dan mempertaruhkan status atau reputasi perusahaan tersebut.

Beberapa kelengkapan yang diperlukan dalam :

  • formulir pemberitahuan
  • formulir notulensi
  • stempel korporasi
  • sistem manajemen berkas/arsip

Alur manajemen berkas.

  1. Memberitahukan anggota dewan direksi dari perusahaan mengenai pertemuan yang akan datang dengan mengirimkan “Formulir Pemberitahuan”. Formulir ini dapat dibuat sendiri atau dibeli dari toko peralatan kantor. “Formulir Pemberitahuan” dapat dibuat dengan hanya menulis surat bisnis meminta kehadiran anggota dewan pada pertemuan dewan direktur. Surat itu harus mencantumkan tanggal, tempat, waktu dan tujuan pertemuan. Setiap “Pemberitahuan Form” harus ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan sebelum dikirim.
  2. Tulislah catatan/notulensi selama pertemuan dan merekamnya pada “Formulir Notulensi” yang dapat dibuat sendiri menggunakan template dalam program pengolah kata (word processor) untuk digunakan berulang-ulang. Di dalamnya harus mencantumkan tanggal, waktu dan tempat pertemuan, daftar hadir dan poin utama yang memengaruhi perusahaan dan operasinya yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
  3. “Formulir Notulensi” perlu ditandatangani dan diberi stempel perusahaan di bagian bawah.
  4. Simpan “Formulir Pemberitahuan” dan “Formulir Notulensi” bersama-sama dalam sebuah binder atau sistem pengarsipan lainnya. Satukan keduanya untuk kemudahan temu kembali. Notulensi korporasi sangat mungkin diperlukan jika terjadi gugatan atau audit untuk membenarkan keputusan bisnis.

Dikemas ulang dari sumber: http://www.ehow.com/how_6681275_file-corporate-minutes.html


  • -

Tentang Transkrip Verbatim

Transkripsi Verbatim adalah seni mengubah kata yang diucapkan ke dalam sebuah teks sehingga pesan yang disampaikan sama persis sesuai dengan yang diucapkan. Proses ini memerlukan kemampuan mendengar yang tajam dan perhatian terhadap detail. Transkrip verbatim tidak dapat dibuat mendengar sebuah percakapan/rekaman sambil lalu tanpa berpikir. Transkriptor harus memperhatikan setiap nada kata suara, dan dengan cermat menggunakan tanda baca untuk menyampaikan pesan yang benar.

Salah satu prinsip dalam melakukan transkripsi adalah menuliskan satu per satu kata yang diucapkan oleh setiap pembicara. Dengan kata lain transkriptor tidak boleh meringkasnya kecuali ada permintaan spesifik untuk itu. Suasana dan emosi yang spesifik dalam transkrip verbatim sangat diperlukan oleh peneliti dan analis ilmu sosial. Oleh karena itu harus juga dimasukkan unsur non verbal yang terjadi dalam percakapan, misalnya pembicara tersenyum, tertawa, terbatuk, nada tinggi, marah, terbata-bata, pintu terbuka, bangku diseret, dll.

Prinsip utama dari transkripsi verbatim adalah menangkap ‘apa’ dan ‘bagaimana’ suatu pembicaraan. Tidak semua orang atau klien memerlukan tingkat detail yang sama. Oleh karena itu, selalu berdiskusi dengan klien untuk mengetahui kebutuhan khususnya sebelum memulai transkripsi.

Disadur dan diterjemahkan dari http://www.indianscribes.com/