Kemampuan Reflektif dalam Mengelola Usaha

Kemampuan Reflektif dalam Mengelola Usaha

Sebagian besar dari kita cenderung memaknai sesuatu dari apa yang sudah kita ketahui dari orang di sekeliling. Pengetahuan dan pemaknaan yang diwariskan tersebut seringkali bias dan bisa jadi berpengaruh negatif terhadap kemampuan untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang lebih luas. Di masa awal kanak-kanak, individu mulai mengembangkan narasi internal tentang bagaimana dunia bekerja dan apa yang dianggap benar. Seiring waktu, tanpa disadari, individu tersebut  percaya bahwa cerita tersebut merupakan fakta. Bias seperti ini membuat seseorang merasa lebih aman tetapi menghalangi usaha menangkap berbagai kemungkinan dan peluang.

Menjadi diri yang reflektif merupakan salah satu upaya untuk dapat membuka perspektif lebih luas. Untuk melakukan hal ini perlu kerendahan hati untuk belajar mengelola emosi negatif seperti kemarahan dan ketakutan. Kedua emosi ini dapat memicu emosi lain yang berdampak buruk pada cara kita mencerna suatu peristiwa dan akhirnya mengambil keputusan yang keliru.

Lalu apa hubungannya menjadi reflektif dengan mengelola bisnis kecil, contohnya jasa transkrip wawancara? Kebanyakan orang lebih suka untuk membaca artikel berjudul “tips sukses melakukan ABC” atau “kiat cepat melakukan transkrip wawancara”. Namun mengelola kondisi yang kompleks memerlukan lebih dari tips sederhana atau kiat instan menyelesaikan masalah. Menjadi reflektif memerlukan keberanian dan kesediaan meluangkan waktu untuk duduk dalam situasi yang tidak nyaman dan tidak pasti. Dalam mengelola sistem yang kompleks, tidak ada satu resep untuk semua, yang ada hanya kepekaan.

Sumber gambar: http://www.brilliant-insane.com


  • -

Peran dari Korektor Transkripsi

Korektor merupakan bagian yang sangat penting untuk setiap bisnis. Banyak perusahaan transkripsi mengabaikan peran dan perbedaan yang dapat dilakukan seorang korektor, terutama jika melakukan transkrip verbatim. Layanan transkrip, seperti yang diketahui sebagian orang, adalah mengkonversi rekaman suara digital orang yang berbicara (misalnya pertemuan, wawancara, diskusi terarah, pengumuman perusahaan, dll) menjadi teks tertulis.

Terdengar mudah tapi tidak semudah yang dibayangkan. TranscriptDOC mempekerjakan dua divisi transkriptor. Pertama adalah juru ketik transkripsi, orang yang benar-benar mendengarkan dan mengetik ucapan / rekaman. Kedua adalah korektor, orang-orang yang memeriksa kualitas atau QA (Quality Assurance) dari dokumen yang sudah selesai diketik.

Tanggung jawab korektor di sebuah perusahaan transkripsi sedikit berbeda dari tugas korektor di perusahaan penerbitan. Selain membaca teks transkrip yang sudah selesai diketik, mereka juga harus mendengarkan rekaman asli untuk memeriksa kualitas transkrip. Selain itu, mereka juga harus mengisi setiap bagian kosong yang tidak terdengar atau memberi keterangan untuk memastikan dokumen tersebut dapat dibaca dan dipahami dengan baik. Namun, jika kualitas rekaman biasa-biasa saja atau sampai batas tertentu sangat buruk, maka korektor kemungkinan juga tidak bisa mengisi bagian yang kosong. Namun paling tidak bisa memberi keterangan waktu di bagian/menit ke berapa rekaman tersebut tidak terdengar.

Korektor juga akan memformat dokumen, yaitu mengganti jenis font, menambahkan header tertentu, menambah atau menghapus halaman penomoran berdasarkan permintaan dan kebutuhan masing-masing klien. Dalam kasus kami, kadang-kadang klien meminta untuk mengubah teks ke dalam format tabel sehingga memudahkan mereka untuk menganalisis hasil transkrip.

Secara garis besar, tugas korektor transkripsi adalah:

  • Memeriksa kualitas semua transkrip
  • Menyesuaikan format dokumen sesuai permintaan masing-masing klien
  • Mengisi bagian yang kosong/tidak jelas terdengar oleh transkriptor
  • Memastikan penggunaan tata bahasa dokumen yang baku

Jika anda percaya bahwa kepuasan klien adalah kunci untuk pertumbuhan bisnis, maka jangan pernah meremehkan peran korektor transkripsi.