Apa Jadinya Jika Tidak Ada Search Engine?

  • -

Apa Jadinya Jika Tidak Ada Search Engine?

TranscriptDOC –  Usaha online dan offline saat ini sangat bergantung pada search engine (mesin pencari). Beberapa search engine sangat berjasa untuk mempermudah masyarakat pengguna internet mencari informasi, termasuk mencari jasa atau layanan transkrip dan penerjemahan di Indonesia.

Search engine merupakan program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www (web) atau di suatu jaringan. Ada berbagai search engine yang populer digunakan seperti Google, Yahoo, Bing, dsb. Jasa transkrip wawancara seperti TranscriptDOC bersaing dengan jasa lain agar bisa tampil di halaman pertama pencarian.

Apakah Anda selalu menuliskan beberapa frase atau kalimat dalam sebuah search engine ketika mencari Informasi? Search engine akan membantu Anda dalam situasi tersebut. Sesungguhnya kita tidak dapat melakukan pencarian dalam bentuk www (web), karena jumlah www (web) di dunia sangat banyak sekali. Misalnya, kita akan mencari informasi mengenai jasa transkrip, maka kita bisa menggunakan kata ‘jasa transkrip’ atau ‘transkrip wawancara’ sebagai kata kunci dalam search engine. Kata kunci ini sama dengan frase atau kalimat yang akan membantu kita menuju pada halaman web.

TranscriptDOC juga mengandalkan search engine agar dapat terhubung dengan pelanggan potensial sehingga mereka dapat menemukan kami dengan berbagai kata kunci, seperti jasa transkrip, transcription, manajemen dokumen, jasa transkrip wawancara, dll. Di tengah timbunan informasi dalam berbagai format yang ada di internet, search engine menjadi krusial.

Di dalam sebuah universitas saja telah terdapat lebih dari 50 web yang tersebar memuat beragam informasi. Informasi yang benar-benar sesuai dengan apa yang kita inginkan akan muncul bersamaan dengan informasi lain yang tidak sesuai karena kita menggunakan kata kunci yang umum. Penggunaan kata kunci yang tepat dan spesifik menjadi satu keterampilan yang perlu dikuasai untuk bisa melakukan pencarian di search engine.

Search engine digunakan oleh semua pengguna internet di seluruh dunia dalam berbagai bahasa. Hal ini membantu pengguna mengakses informasi dari dalam dan luar negeri. Bahkan banyak pula orang yang mendapatkan penghasilan yang sangat besar melalui pemograman atau memaksimalkan penggunaan search engine. Maka dari itu, jumlah situs dan halaman web diperkirakan akan terus bertambah. Gunakan kata kunci spesifik agar tidak tersesat atau terhubung dengan informasi yang tidak tepat.

Sumber gambar: http://jontavarez.com/wp-content/uploads/2014/08/search-friendly.jpg


  • -

Sekilas tentang Sistem Klasifikasi Perpustakaan

Sebagian besar pengguna perpustakaan mengetahui tentang Sistem Klasifikasi Desimal Dewey atau lebih populer dengan DDC. Sistem ini banyak digunakan di perpustakaan umum dan akademik. Keputusan mengenai sistem klasifikasi yang akan dipakai ditentukan oleh profil perpustakaan.

Profil perpustakaan adalah fakta dan angka tentang perpustakaan yang berisi informasi seperti lokasi, jumlah dan subyek koleksi, frekuensi sirkulasi, format koleksi, pengunjung, anggota, program, layanan populer, jaringan perpustakaan, dll. Sebuah sistem klasifikasi dibuat untuk membantu pustakawan mengatur koleksi dengan cara di mana pengguna/pemakai dapat mengakses secara efisien. Oleh karena itu keputusan untuk menggunakan sistem klasifikasi akan tergantung pada profil pemakai dan profil perpustakaan..

Banyak orang mengatakan DDC lebih sesuai untuk perpustakaan kecil tapi sebagai praktisi saya juga melihat bahwa DDC dapat dengan mudah diaplikasikan untuk perpustakaan universitas besar. Sistem ini dinilai banyak pustakawan mudah digunakan untuk mengkatalog berbagai jenis koleksi perpustakaan dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan. DDC juga dapat diaplikasikan bersama tajuk subjek sederhana.

Lain klasifikasi desimal adalah Library of Congress (LC) yang paling pustakawan pikir itu lebih tepat untuk perpustakaan besar. Mendukung cara-cara yang lebih kompleks dari uraian isi dan lokasi buku dan itu banyak digunakan sebagai standar dalam perpustakaan akademik di Amerika Utara.

Berdasarkan bacaan saya di www.quora.com, saya menemukan bahwa LC awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan yang lebih besar terhadap perkembangan ilmu dan teknologi pada masa pasca-Perang Dunia II. Sesui dengan namanya, LC dikembangkan oleh Library of Congress (LC) pada tahun 1897. Ada banyak sumber di internet di mana Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang sistem klasifikasi desimal.

Sumber:
http://www.quora.com/Libraries-and-Librarianship/Why-do-some-libraries-use-the-Dewey-Decimal-System-and-others-use-the-Library-of-Congress-system