Sekilas tentang Transkrip Sederhana

  • 0

Sekilas tentang Transkrip Sederhana

Siapapun yang mentranskripsi atau yang bekerja dengan transkrip perlu menyadari bahwa suatu transkrip tidak pernah bisa sepenuhnya merekam situasi dalam bentuk tertulis. Hal ini karena terlalu banyak elemen yang terjadi dalam proses komunikasi. Tidak mungkin untuk menuliskan semuanya. Bahkan transkrip yang memiliki kode pancatatan rinci yang menuliskan berbagai suara yang terdengar bukan berarti sangat akurat. Suatu transkrip dapat menghilangkan aspek non-verbal seperti bau, kondisi di dalam ruangan, pengaturan waktu, ekspresi wajah dan gerak tubuh. Oleh karena itu, transkriptor atau transcriber perlu fokus pada aspek-aspek tertentu dari komunikasi.

Untuk memenuhi standar kualitas penelitian kualitatif, peneliti dan transkriptor perlu sengaja mengatur fokus agar sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan atau untuk tujuan penggunaan transkrip. Contoh: dalam suatu rekaman, peneliti menanyakan jika informan akan mengurangi jumlah karyawan tahun depan. Informan berpikir selama lima detik untuk berpikir, menggosok dagunya. Dia kemudian melihat ke bawah ke lantai, pelan-pelan menjawab “naaaaah”. Pernyataan ini secara sederhana dapat dituliskan “tidak”.

Dalam transkrip sederhana, elemen komunikasi paraverbal dan non-verbal dihilangkan. Contoh komunikasi paraverbal adalah nada bicara, penekanan, volume, dan jeda. Dialek dan bahasa sehari-hari mendekati bahasa standar. Fokus transkrip sederhana terletak pada pembacaan. Transkrip tipe ini lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan.

Sumber gambar: https://isabelfuster.es