Mitos seputar Linux

  • 0

Mitos seputar Linux

Masing-masing orang memiliki pilihan dan kesukaan pada sistem operasi (SO) tertentu. Windows dan Mac OS X adalah SO yang paling populer karena digunakan oleh lebih dari 98 persen pengguna komputer. Sementara ada pilihan lain yang sama baik dalam hal kualitas, fitur yang beragam, dan punya ketahanan terhadap berbagai jenis virus.

Sama seperti SO lainnya, Linux menawarkan banyak keuntungan dan memiliki beberapa kelemahan. Namun, ada banyak rumor seputar Linux sehingga produk ini masih dianggap misterius dan tidak layak dicoba. Itu juga yang saya alami. Saya mengenal Linux dan distro turunannya sekitar tahun 2000. Waktu itu, tampilan muka dan fiturnya tidak sebaik sekarang. Proses instalasinya pun saya rasa masih sulit.

Namun, tahun 2007, saya “memaksa” diri untuk mencobanya lagi meskipun masih dual boot dengan Windows XP. Saya semakin tertarik dan memutuskan Linux sebagai sistem operasi utama yang digunakan sehari-hari.

Jadi, alih-alih percaya dengan rumor, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang Linux dan semua manfaatnya. Dengan perkembangan yang cepat, Linux menjadi jauh lebih bersahabat dan mudah untuk dipasang dan digunakan. Ini daftar mitos seputar Linux yang perlu dibongkar.
1. Hanya untuk Ahli
Pengguna komputer tidak memerlukan pengetahuan teknologi tambahan untuk menjalankan Linux dengan nyaman. Sepuluh tahun yang lalu mungkin hanya geek atau ahli komputer yang menggunakan Linux, tapi hari ini Linux menawarkan antarmuka grafis yang menarik. Satu hal kelebihannya adalah kustomisasi yang mudah dilakukan sehingga komputermu terlihat memiliki “kepribadian”. Tentu saja, tugas komputasi yang kompleks akan membutuhkan beberapa adaptasi dari SO satu ke yang lain, tetapi tidak banyak berbeda untuk melakukan perintah umum.

2. Kebal terhadap Virus
Hal ini tentu membuat SO tampak lebih menarik tapi setiap SO memiliki beberapa kerentanan terhadap malware. Berhubung SO Windows banyak digunakan maka lebih banyak virus yang menyerangnya. Linux (dan OS X) umumnya lebih terlindungi terhadap virus khas karena jenis berkas yang digunakan berbeda dari Windows.

3. Gratisan dan Berbayar
Konsep kekayaan intelektual masih belum banyak dipahami dalam masyarakat Indonesia. Windows dan OS X adalah SO yang berlisensi dan berbayar (proprietary). Banyak di antara pengguna tidak merasa membeli SO tersebut karena biasanya dijual satu paket dengan laptop. Namun, coba bandingkan harga laptop yang sudah dipasang Windows dan yang “kosongan”. Biasanya akan lebih murah yang kosongan. Banyak pengguna juga tidak merasa bersalah ketika membajak SO yang harusnya dibeli dengan harga yang mahal seperti Windows 7 atau Microsoft Office 2010.

Produk gratisan dan bagus? Ya Linux. Linux benar-benar gratis tanpa batasan lisensi. Pengguna bebas untuk mengunduh dan bereksperimen dengan kode Linux.

4. Tidak Stabil dan Tidak Dapat Diandalkan
Freeze/hang, crash, loading lambat, dan gejala putus asa lainnya sering dialami oleh pengguna SO non Linux. Selain itu, mereka juga rentan terhadap malware yang dapat mempengaruhi kinerja mesin. Linux mengatasi berbagai ketidaksempurnaan kode tersebut sehingga selama ini selalu dapat memenuhi kebutuhan kami menjalankan bisnis jasa transkrip.

5. Banyak Pilihan
Linux memiliki banyak turunan distribusi atau sering disebut dengan distro. Setiap distro memiliki fitur default yang berbeda. Anda bisa memilih distro apa yang paling sesuai, bahkan distro lokal yang dikembangkan di negara Anda sendiri dengan bahasa lokal sebagai default. Seperti taglinenya: Linux memberikan kebebasan dan pilihan.

Jangan takut mencoba satu hal yang baru. Dengan sedikit eksperimen Anda bahkan bisa menyukai dan tergila-gila dengan Linux. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Diadaptasi dari http://www.noobslab.com/2015/07/6-linux-myths-misunderstandings-about.html


  • -

Memulai Bisnis Jasa Transkrip

Ada banyak usaha yang dapat dilakukan jika kamu baru lulus kuliah atau baru saja keluar dari pekerjaan karena beberapa alasan. Salah satunya adalah membuka jasa transkrip. Apa saja yang diperlukan untuk memulai bisnis yang menyediakan jasa transkrip? Di bawah ini beberapa hal yang perlu disiapkan.

  1. Komputer, bisa desktop atau laptop. Kebanyakan orang sudah memiliki komputer di rumah. Kenapa tidak dimaksimalkan? Kamu tidak perlu komputer mahal dengan spesifikasi yang tinggi. Kamu bisa mulai dengan komputer seharga 2 jutaan. Selama komputer itu bisa menjalankan perangkat lunak perkantoran seperti spreadsheet dan writer, RAM 1 GB, kamu sudah bisa jalan.
  2. Koneksi internet. Kalau kamu sudah punya HP yang tersambung dengan internet, biasanya koneksi tersebut bisa dipakai atau dibagi dengan komputer. Jadi kamu bisa memaksimalkan fungsi HP sebagai modem. Namun jika pemakaian koneksi internet lebih sering dan kecepatan yang diperlukan lebih cepat, disarankan untuk membeli modem. Kalau tidak, HP mungkin cepat panas dan rusak. Koneksi internet ini diperlukan untuk mengunduh berkas yang dikirim melalui email. Saat ini paket internet semakin murah. Itu artinya kamu bisa bekerja dari rumah atau di dalam perjalanan.
  3. Perangkat lunak pengolah kata dan angka. Banyak komputer yang sudah satu paket dengan Microsoft Office, minimal versi starter. Namun jika kamu tidak punya banyak dana sebagai modal, maka gunakanlah perangkat lunak open source yang gratis seperti Libre Office. Saya sendiri memakai Ubuntu dengan Libre Office. Hasilnya sama saja.
  4. Perangkat lunak pemutaran audio. Ada banyak perangkat lunak pemutaran audio baik yang berbayar (proprietary) dan open source. Saya selalu memaksimalkan penggunaan perangkat open source VLC yang handal, sederhana, dan mudah dipelajari. Jika kamu punya dana, ada baiknya melengkapi dengan perangkat lunak khusus untuk transkrip seperti F4 dengan pedal kaki. Perangkat lunak dan keras tersebut sangat memudahkan dan mempercepat proses transkrip.
  5. Headphone. Dapatkan headphone terbaik yang kamu dapat beli karena kekuatan dari transkrip terletak dari kualitas audio, headphone dan kualitas pendengaran. Percayalah, kamu tidak akan rugi karena headphone yang bagus akan membuat pekerjaanmu lebih  efisiensi. Pilihan saya adalah headphone Philips. Saya sudah mencoba headphone merek lain dan tidak ada yang awet dengan keluaran suara yang halus.
  6. Perangkat lunak manajemen transkrip. Ada perangkat lunak khusus untuk mengelola pekerjaan transkrip kita, terutama kalau kita punya tim yang berada di beberapa tempat. Dua perangkat lunak utama adalah Winscribe (http://www.winscribe.com/) dan ScribeManager (http://www.scribemanager.com/). Namun, jika dirasa terlalu mahal, lebih baik membayar staf keuangan freelance untuk mengelola keuangan dan administrasi pekerjaan. Kamu juga memaksimalkan penggunaan aplikasi database untuk mengelola alur kerja. Tidak hanya perangkat lunak dan SDM keuangan tersebut menghemat waktu, tetapi juga membuat pekerjaanmu terorganisir dan mencegah kesalahan.
  7. Mencari pelanggan. Salah satu perusahaan besar yang menerima aplikasi dari transcribers freelance adalah http://waywithwords.info/. Kamu juga dapat mencoba http://www.findtranscriptionwork.com/ yang merupakan situs gratis daftar pekerjaan transkripsi medis, hukum dan umum. Kamu bisa mendaftarkan resume dengan gratis. Selain kedua cara tersebut, coba ajak teman, mahasiswa untuk mencoba jasa transkripmu dengan biaya promo. Jangan lupa mengiklankan jasa transkrip di situs daring seperti berniaga.com atau olx.com.

Diadaptasi dari http://www.wikihow.com/Set-Up-Your-Home-Transcription-Office


  • -

Aplikasi open source untuk bisnis

Bisnis memerlukan dukungan aplikasi atau perangkat lunak untuk menjalankan roda transaksi dan pelayanan. Jasa transkrip yang dilakukan oleh TranscriptDOC menyadari peran penting aplikasi sebagai salah satu modal bisnis. TranscriptDOC memerlukan aplikasi yang dapat diandalkan, memiliki banyak fitur, tidak rentan dengan virus, dan harga terjangkau. Dengan pertimbangan tersebut, TranscriptDOC memilih aplikasi open source (sumber terbuka) untuk menjalankan jasa transkrip.

Aplikasi open source tidak menuntut pemakai untuk membeli atau mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu. Paling tidak “pembayaran” bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya dengan berpartisipasi sebagai tim uji coba aplikasi, membuat tulisan promosi dan ulasan tentang aplikasi tertentu, dan memberi donasi uang sesuai kemampuan tiap pemakai. Beberapa aplikasi open source yang digunakan TranscriptDOC dan beberapa jasa transkrip lainnya yaitu WordPress, Libre Office, sistem operasi Ubuntu atau Fedora dan turunannya, Gimp, Inkscape, Mozilla Thunderbird, Mozilla Firefox, F-spot, VLC media player, Audacity, dll. Ada banyak sekali aplikasi open source yang kadang kita sebagai pemakai tidak menyadarinya.

Aplikasi tersebut jelas bisa diandalkan karena terus diperbarui oleh tim developer dari seluruh dunia. Untuk mengetahui kelemahan dari tiap aplikasi, tim developer mengandalkan laporan dari pemakai. Di sini pentingnya partisipasi pemakai untuk terlibat dalam pengembangan sebuah aplikasi open source. Kerjasama ini sangat menguntungkan terutama bagi entrepreneur yang sedang merintis bisnis atau jasa transkrip. Dengan menggunakan aplikasi open source, pengusaha tidak saja terbantu mengurangi ongkos produksi tetapi juga memperluas jaringan kerja.

Sumber gambar: http://www.moderncourse.com/wp-content/uploads/2015/01/opensourceletters.jpg