Teknologi perekam suara

  • 0

Teknologi perekam suara

Sebelum ada teknologi perekam analog dan digital, sebagian besar catatan lapangan dilakukan dengan tulisan tangan oleh para peneliti pada saat mereka mengamati dan berbicara dengan orang-orang yang diteliti.

Saya sendiri pernah menggunakan alat perekam menggunakan kaset dan walkman pada saat melakukan penelitian untuk skripsi. Prosesnya sangat melelahkan tapi berhasil dilalui dengan sukses. Karena tantangan mentranskrip rekaman sangat besar dari segi waktu dan tenaga, maka saya berusaha memastikan kualitas suara rekaman bagus. Belum lagi sulitnya mengatur jadwal dengan informan. Jadi persiapan melakukan wawancara harus dilakukan dengan baik.

Sebagai mahasiswa yang belum bekerja dan belum memiliki pengalaman penelitian, mau tidak mau saya harus melakukan transkrip sendiri. Kalau kualitas suara rekaman tidak baik, itu menjadi resiko saya untuk berjuang mentranskrip. Dengan jasa transkrip yang ada sekarang, seringkali pelanggan menuntut kualitas transkrip yang tinggi dari kualitas rekaman yang buruk dan tarif yang jauh lebih murah dari tempat lain.

Bukan berarti alat perekam analog sudah dilupakan. Kemungkinan di beberapa tempat yang masih sulit mengakses listrik, perekam analog masih digunakan. Hasilnya pun bisa diubah menjadi digital dalam waktu yang cepat. TranscriptDOC bekerjasama dengan mitra di Surabaya dan Jakarta dapat melakuan alih rekaman analog menjadi digital dengan biaya yang sangat terjangkau. Jadi apapun bentuk rekaman yang Anda miliki, TranskripDOC siap membantu proses transkrip demi kelancaran studi Anda. (NL)


  • 0

Transkripsi bagi Riset

Dalam beberapa tulisan terdahulu sudah diuraikan mengenai tujuan dari transkripsi sebuah wawancara atau diskusi. Kali ini kami akan memperdalamnya dari hasil bacaan tulisan Johannessen berikut.

Kebutuhan melakukan transkripsi pertama kali muncul karena peneliti ingin menyebarluaskan data yang mereka peroleh ke beberapa pihak. Terutama ketika penelitian tersebut dilakukan secara tim. Kadang kala untuk keperluan kesaksian dan pembuktian, data dalam ucapan tidak dapat dikirimkan dalam kaset karena dianggap kurang praktis dan memerlukan waktu lama sehingga perlu ditulis kemudian dikirim melalui pos kilat atau telegram.

Tujuan kedua adalah data yang tertulis memungkinkan peneliti dan/atau tim peneliti untuk melakukan temu kembali data. Misalnya dengan membaca dan mencari beberapa kata kunci, istilah atau ucapan penting, dan sebagainya.

Dengan berkembangnya teknologi internet dan perangkat untuk mentranskrip, tujuan di atas masih dirasakan penting tetapi prioritasnya berubah. Proses transkrip menjadi satu hal utama untuk dilakukan dalam proses penelitian kualitatif karena selain dua alasan utama di atas, data juga menjadi mudah untuk ditandai dan dianalisis secara cepat. Hal ini berlaku terutama dalam penelitian bahasa di mana bahasa percakapan merupakan subyek penelitian. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan transkrip sebuah penelitian.

  • Ucapan yang tumpang tindih,
  • interupsi,
  • tanda baca,
  • jeda atau berhenti,
  • penekanan,
  • fonologi,
  • morfologi,
  • suara percakapan seperti tawa, mendesah, menghela napas
  • rasa bahasa.

Jelas bahwa jasa transkrip bukan perkara mudah. Setiap data di dalam rekaman memuat informasi yang akan dipertanggungjawabkan secara ilmiah melalui serangkaian analisis. Untuk itu, gunakanlah jasa transkrip yang terpercaya, akurat dan berpengalaman untuk mengelola rekaman Anda.

Sumber: http://www.tekstlab.uio.no/phd-kurs_06_09/Johannessen-PhD-course-transcription.pdf

Gambar: www.morguefile.com


  • -

Pengelolaan data penelitian

Pengelolaan data merupakan tahap awal dalam mengolah, memilah, dan menganalisis data. Proses ini perlu dilakukan secara rapi, sistematis dan seteliti mungkin. Pengelolaan data yang baik akan sangat membantu peneliti untuk menjamin kualitas data, mendokumentasikan proses analisis yang dilakukan, dan menemukan kembali data dan analisis yang berkaitan dengan tema penelitian.

Beberapa hal yang perlu dikelola oleh peneliti yaitu:

  1. Data mentah seperti catatan lapangan, rekaman wawancara dan FGD, fotokopi data.
  2. Data yang sudah diproses baik seluruhnya maupun sebagian seperti transkripsi wawancara, padatan faktual, catatan refleksi peneliti, dan data yang sudah ditandai kode-kode dan/atau kategori.
  3. Penggambaran kode-kode dan/atau kategori-kategori melalui bagan temuan dan bagan konseptual.
  4. Refleksi konseptual peneliti dari hasil padatan faktual.
  5. Daftar indeks berisi kata dan frase kunci dari temuan lapangan yang disusun untuk memudahkan temu kembali.
  6. Hasil analisis dalam bentuk narasi dan bagian wawancara sebagai pendukung.
  7. Dokumentasi kronologis dari seluruh proses penelitian termasuk data informan utama dan informan pendukung.
  8. Teks laporan penelitian dari seluruh versi yaitu sejak versi 1 sampai versi final.

TranscriptDOC menyediakan jasa transkripsi wawancara dan diskusi terarah (FGD) yang dikerjakan oleh tenaga handal dan berpengalaman. Kami mengelola data dari pelanggan dengan rapi dan aman.

Sumber gambar: http://data.library.virginia.edu/files/rdsWordCloud.png


  • -

Penggunaan transkrip dalam penelitian kualitatif

Rekaman audio dan video merupakan sumber utama data dalam penelitian kualitatif. Saat ini semakin banyak literatur yang membahas mengenai proses transkrip atau alih bentuk dari rekaman audio menjadi rekaman tertulis. Biasanya fokus penelitian terkait dengan analisis sosio-linguistik dan wacana.

Secara umum, ada pandangan bahwa transkrip membangun makna dari pembicaraan atau tindakan daripada mereproduksi apa yang disampaikan. Beberapa peneliti sosial menilai peran penting pemilihan kata yang digunakan dalam transkripsi dan deskripsi perilaku pembicara yang ‘ditujukan untuk menangkap keberadaan sesuatu secara independen dari proses transkripsi’. Dalam proses transkripsi, ada makna yang di-‘konstruksi’ dan yang ‘terberi’. Peneliti perlu berhati-hati untuk mengenali keduanya.

Setiap peneliti memahami bahwa kualitas transkrip menjadi salah satu instrumen penting karena hasilnya berpotensi mempengaruhi analisis peneliti dari data yang dikumpulkan. Saat ini menjadi hal yang umum bagi akademisi atau peneliti sosial untuk memperkerjakan orang lain (transkriptor) untuk menuliskan rekaman audio atau video untuk tujuan pengumpulan data. Kontrol kualitas sepenuhnya berada di tangan peneliti sehingga dia harus cermat memilih transkriptor. Sebagian besar transkriptor yang bekerja di TranscriptDOC pernah melakukan penelitian baik itu untuk tugas kuliah, skripsi atau profesi. Oleh karena itu, kami memahami pentingnya melakukan transkripsi sesuai permintaan pelanggan dan sebesar mungkin dapat memberi konteks ekspresi pembicara. Pada saat yang sama, TranscriptDOC tidak memasukkan interpretasi pribadi dan murni menuliskan apa yang diucapkan pembicara.

Dalam konteks pembicaraan lisan, apa yang tidak dikatakan mungkin bisa mengungkapkan berbagai hal yang diucapkan. Oleh karena itu, panjang pendeknya jeda atau diam antar kalimat, pemilihan kata oleh pembicara, intonasi pembicara bisa memiliki makna dan menjadi konteks penting dari tema yang sedang diteliti.

Seringkali jumlah informan yang diteliti sangat besar sehingga peneliti memerlukan bantuan profesional transkriptor untuk mentranskrip hasil wawancara. Peneliti perlu mengetaui pengalaman dan contoh transkrip yang pernah dilakukan transkriptor itu sebelumnya karena hasil transkrip ikut menentukan hasil analisis yang dilakukan. **

Sumber gambar: https://medanth.wikispaces.com/file/view/Word%20Cloud.png/514969968/702×313/Word%20Cloud.png


  • -

Aplikasi open source untuk bisnis

Bisnis memerlukan dukungan aplikasi atau perangkat lunak untuk menjalankan roda transaksi dan pelayanan. Jasa transkrip yang dilakukan oleh TranscriptDOC menyadari peran penting aplikasi sebagai salah satu modal bisnis. TranscriptDOC memerlukan aplikasi yang dapat diandalkan, memiliki banyak fitur, tidak rentan dengan virus, dan harga terjangkau. Dengan pertimbangan tersebut, TranscriptDOC memilih aplikasi open source (sumber terbuka) untuk menjalankan jasa transkrip.

Aplikasi open source tidak menuntut pemakai untuk membeli atau mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu. Paling tidak “pembayaran” bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya dengan berpartisipasi sebagai tim uji coba aplikasi, membuat tulisan promosi dan ulasan tentang aplikasi tertentu, dan memberi donasi uang sesuai kemampuan tiap pemakai. Beberapa aplikasi open source yang digunakan TranscriptDOC dan beberapa jasa transkrip lainnya yaitu WordPress, Libre Office, sistem operasi Ubuntu atau Fedora dan turunannya, Gimp, Inkscape, Mozilla Thunderbird, Mozilla Firefox, F-spot, VLC media player, Audacity, dll. Ada banyak sekali aplikasi open source yang kadang kita sebagai pemakai tidak menyadarinya.

Aplikasi tersebut jelas bisa diandalkan karena terus diperbarui oleh tim developer dari seluruh dunia. Untuk mengetahui kelemahan dari tiap aplikasi, tim developer mengandalkan laporan dari pemakai. Di sini pentingnya partisipasi pemakai untuk terlibat dalam pengembangan sebuah aplikasi open source. Kerjasama ini sangat menguntungkan terutama bagi entrepreneur yang sedang merintis bisnis atau jasa transkrip. Dengan menggunakan aplikasi open source, pengusaha tidak saja terbantu mengurangi ongkos produksi tetapi juga memperluas jaringan kerja.

Sumber gambar: http://www.moderncourse.com/wp-content/uploads/2015/01/opensourceletters.jpg


  • -

Teknik Melakukan Proofread

TranscriptDOC –  Apapun yang Anda tulis, baik itu sebuah artikel majalah, esai perguruan tinggi atau email ke klien, teks yang bebas dari kesalahan ejaan dan tanda baca adalah penting. Perangkat lunak seperti spell checker yang memeriksa kesalahan ejaan yang ada di Word atau Writer memang membantu, tetapi masih dapat melewati beberapa kesalahan. Pada saat itulah proofreading menjadi jasa yang diperlukan. Di bawah ini ada beberapa teknik untuk membuat pekerjaan proofreading Anda lebih efektif.

1. Kunci utama adalah konsentrasi. Untuk bisa mendeteksi kesalahan yang kecil seperti ejaan, maka Anda perlu berkonsentrasi. Itu berarti menyingkirkan gangguan potensial seperti ponsel, suara televisi atau radio dan tinggal membuka email.

2. Cetaklah di kertas. Orang membaca secara berbeda pada layar dan di atas kertas jadi lebih bijak jika Anda mencetak tulisan. Selain itu, jika Anda membaca dengan keras, telinga Anda mungkin menangkap kesalahan yang terlewati oleh mata Anda.

3. Hati-hati dengan homonim. Homonim adalah kata-kata yang memiliki ejaan atau pengucapan yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Dalam bahasa Inggris waspadai kata seperti accept-except dan complement-compliment. Dalam bahasa Indonesia beberapa kata ditulis sama tapi memiliki makna berbeda seperti bisa (mampu atau racun ular), rapat (pertemuan atau tidak renggang), bulan (nama kalender atau nama satelit). Maka perhatikan dengan seksama .

4. Perhatikan kontraksi dan apostrof (koma satu di atas). Di dalam penulisan bahasa Inggris, orang sering tertukar ketika menulis their-they’re, its-it’s, your-you’re, dan seterusnya. Jika ada sesuatu yang bisa merugikan kredibilitas teks Anda, perhatikan kesalahan yang sering terjadi secara berulang. Juga ingat bahwa tanda kutip tidak pernah digunakan untuk membentuk kata jamak.

5. Periksa tanda baca. Fokuslah pada penulisan kata, tetapi jangan mengabaikan penggunaan tanda baca yang benar. Perhatikan kata-kata yang dikapitalisasi, hilang atau ekstra koma, titik digunakan secara tidak benar dan sebagainya.

6. Bacalah dari paragraf terakhir sampai ke paragraf awal. Ketika menulis kita biasanya menjadi buta terhadap kesalahan kita sendiri karena otak secara otomatis ” mengoreksi ” kata-kata yang salah dalam kalimat. Untuk mematahkan pola ini Anda dapat membaca teks mundur dari paragraf akhir, kata demi kata.

7. Periksa penulisan angka. Penulisan jumlah uang sebesar $ 1,000 daripada $ 100,000 memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia penulisan pecahan ribuan adalah Rp 500.000 dengan titik. Begitu juga dengan kesalahan penulisan jumlah penduduk Indonesia 230 juta menjadi 230 milyar. Pastikan angka dan jumlah yang Anda tulis sudah benar dan sesuai data yang Anda rujuk.

8. Minta orang lain untuk membaca kembali. Setelah memeriksa semua poin, lebih bijak jika meminta bantuan teman atau orang lain untuk membaca kembali tulisan Anda. Besar kemungkinan orang lain akan menemukan kesalahan yang tidak Anda perhatikan. Orang kedua juga akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengevaluasi apakah kalimat tersebut terdengar masuk akal atau tidak.

Diterjemahkan dan diadaptasi dari http://www.dailywritingtips.com/8-proofreading-tips-and-techniques/

Sumber gambar: http://www.gethow.org/wp-content/uploads/2014/06/proofreading.png