Tantangan kepemimpinan visioner

  • 0

Tantangan kepemimpinan visioner

Salah satu kekuatan dari seorang pemimpin visioner adalah kemampuan mereka membangun staf pelaksana dari orang-orang terbaik di seluruh dunia. Dalam sebuah perusahaan hanya ada satu visi yang perlu dikedepankan yaitu visi si pemimpin. Seorang pemimpin mengarahkan visi dengan menempatkan para pelaksana (eksekutif) operasional yang memiliki kapasitas di setiap bidang – hardware, software, desain produk, rantai pasokan, manufaktur. Mereka adalah orang-orang yang dianggap mumpuni untuk menerjemahkan visi dan karakter pemimpin ke dalam rencana, proses, dan prosedur.
Ketika pendiri dan visioner keluar atau mengundurkan diri, para pelaksana operasional tersebut merasa bahwa sudah tiba giliran mereka untuk menjalankan perusahaan. Kadang juga dengan restu dari pemimpin sebelumnya.
Ketika menjadi pemimpin, HBR mengamati bahwa salah satu hal pertama yang dilakukan para pemimpin baru ini adalah menyingkirkan kekacauan dan turbulensi di dalam organisasi. Para pemimpin yang dulunya pelaksana sangat menginginkan stabilitas, proses, dan kegiatan berulang. Hal itu dapat meningkatkan prediktabilitas, tapi seringkali menjadi titik awal kematian kreatifitas. HBR mengamati bahwa biasanya orang-orang yang kreatif mulai undur diri, para pelaksana lain mulai memainkan peran yang lebih senior, dan mempekerjakan lebih banyak orang untuk operasional.

Pergeseran budaya ini diwariskan dari atas dan yang tadinya sebuah perusahaan dengan misi untuk mengubah dunia sekarang terasa seperti pekerjaan pada umumnya. Dilema ini dihadapi oleh berbagai perusahaan besar seperti Microsoft dan Apple. Kepergian seorang pemimpin inovatif melahirkan pertanyaan penting: Apakah Anda akan mencari inovator lain, mempromosikan salah satu pelaksana, atau mencari sosok inovator yang sudah ada di dalam organisasi?

Jika Anda mengalami dilema yang sama, ada baiknya melihat kembali proses di dalam perusahaan dan mengambil refleksi dari kasus perusahaan lain.

Disadur dari artikel HBR.com di https://hbr.org/2016/10/why-visionary-ceos-never-have-visionary-successors