Panduan melakukan transkrip wawancara

  • 0

Panduan melakukan transkrip wawancara

Transkrip wawancara merupakan alih bentuk dari rekaman suara berisi ucapan menjadi sebuah dokumen tertulis, lengkap dengan tanda baca dan ejaan yang asli. Semua catatan dan tanda baca pada halaman mana pun disalin setepat mungkin dalam format yang disajikan. Beberapa klien mungkin tidak memerlukan sebuah transkrip yang lengkap, tetapi mengekstrak isi yang akan digunakan dalam penelitian. Dengan kata lain, beberapa klien menginginkan sintesis dari sebuah percakapan. Untuk menghasilkan sebuah transkrip yang baik maka transkriptor perlu memahami beberapa hal mendasar.

Tanda Baca dan Diakritik
Jangan pernah meremehkan tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, dan tanda baca lainnya. Contoh dari tanda diakritik yaitu tanda hubung panjang (-) atau tilde (~) atau et cetera (etc) yang banyak ditemukan. Kemudian penggunaan huruf superskrip atau garis bawah untuk menunjukkan huruf yang hilang dalam kata yang disingkat. Singkatan apa pun dalam teks harus ditranskripsikan ‘sebagaimana adanya’ karena setiap dugaan yang salah dapat berdampak pada interpretasi data yang keliru. Tanda-tanda ini akan berguna untuk melacak kembali kesalahan.

Keterangan Tanggal
Gunakan hari (angka) – bulan (huruf) – tahun (dalam angka penuh) dalam penulisan artikel, laporan, riwayat keluarga, dalam transkrip atau catatan sehingga pembaca memahaminya dengan cepat. Jika ada kekhawatiran bahwa tanggal akan disalahtafsirkan maka dapat ditambahkan catatan kaki.

Kata-kata yang Tidak Jelas
Kurung kotak digunakan untuk menandakan bahwa ada masalah dalam menangkap sebuah percakapan. Ucapan dari pembicara mungkin tidak jelas karena kadang bergumam atau pelafalan dengan dialek yang kental. Jika bagian dari sebuah kata, atau seluruh kata atau frasa tidak terbaca, gunakan tanda kurung siku untuk menandai bagian yang sulit. Tanda tanya dapat digunakan jika ada keraguan terhadap penulisan sebuah kata atau ucapan yang samar-samar.

Komentar dan Interpretasi
Setiap komentar yang memuat interpretasi harus dicantumkan dalam bentuk catatan kaki atau catatan akhir. Transkriptor harus menjaga konsistensi tulisan sehingga tidak membingungkan diri sendiri dan klien.

Image source: https://dyingbeautystock.deviantart.com/


Melatih Mitra untuk Meningkatkan Kualitas Layanan

Salah satu tantangan dalam melakukan usaha jasa transkrip adalah memastikan bahwa mitra mengetahui, memahami, dan sudah terlatih dengan panduan kualitas kerja. Hal ini perlu dilakukan sebelum mulai bekerja dan menyediakan tenaga editor sebagai pengendali kualitas (quality control). Panduan bagi mitra perlu dibuat dengan padat, ringkas, dan jelas. Jika perlu, dibuat dalam bentuk video dan memberikan hasil akhir yang diharapkan. Dengan begitu, mitra memiliki acuan hasil yang diharapkan.

Ada baiknya perusahaan mengalokasikan anggaran untuk melakukan training atau pelatihan. Kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi secara personal ke tim editor yang dapat ditanya kapanpun. Tim yang sudah memahami dan melakukan kerja sesuai panduan akan meringankan kerja tim editor dan mempercepat pengiriman hasil ke klien. Dengan begitu, klien akan merasa puas dengan hasil kerja yang kualitasnya dapat diandalkan meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda dan format keluaran yang berbeda dari sebelumnya.

Bagi mitra baru, panduan ini sangat penting karena membantu mereka untuk beradaptasi dengan aturan kerja baru. Terutama bagi mereka yang bekerja freelance seperti jasa transkrip dan jasa terjemahan. Artinya mitra bekerja untuk beberapa perusahaan yang kemungkinan besar memiliki aturan yang berbeda.

Jika ada perubahan dalam panduan, mitra perlu segera diberitahu dan diberi versi mutakhir yang akan membantunya menyesuaikan diri. Namun, jangan terlalu sering membuat perubahan karena akan membingungkan dan menyulitkan mitra. Mintakan masukan dari mitra jika mereka menginginkan perubahan dan alasannya. Dengan begitu, perubahan panduan yang dibuat merupakan kontribusi mereka terhadap keberlangsungan usaha. (NL)

Sumber gambar: https://willwriteforfood.co.uk/2017/05/16/freelance-fails-3-work-experience-or-working-for-free/