Contoh transkrip

Beberapa contoh format transkrip yang sudah kami lakukan. Transkrip ini sudah diedit dengan mengganti nama dan acara. Contoh ini hanya digunakan sebagai rujukan.

Contoh 1.

File name : Informan ABC
Duration : 00:10:03
Date Finished : 31 Mei 2012

Respondent: Kalau kategori dia yang kena pajak di daerah, dia kan kena (tidak jelas 00:00:05, ada suara latar belakang) otomatis kalo misalnya ya di kita kena sebagai kewajiban, dia usul cabut aja, dia kan nggak kena. He eh, itu nggak akan. Seperti itu aja.

Interviewer: Ooh. Implementasinya sendiri di sini itu seperti apa?

Respondent: Ya itu tadi–

Interviewer: Tentang PPn di sini implementasinya seperti apa kalo misalnya dia wajib bayar?

Respondent: Tergantung izin usahanya. Yang pasti kalo di kita memang jarang ya.

Respondent 2: Kalau yang ada sih misalnya di apa ya, itu kebetulan bukan kategori PKP hanya–

Interviewer: Kalau yang di hotel seperti Hotel ABC, itu gimana?

Respondent: Daerah mana?

Interviewer: Kota.

Respondent: Sama aja. Itu, dia tamu di situ.

Interviewer: Kalau tamu di luar hotel?

Respondent: Ya kalau tamu di luar hotel. Kalau kita kan nginep di sana kemarin. Nggak mungkin kita gabung, mahal di situ. Kalau fitness mungkin ya masuk fasilitas. Sangat nggak mungkin.

Interviewer: Iya, he eh. Tapi harusnya itu kalo itu bukan dikenakan dobel.

Respondent: Iya. Objek yang sama tidak dikenakan dobel.

– sesi tanya jawab berakhir –

 

Contoh 2

Nama berkas : Talkshow TV
Durasi : 00:20:20
Diselesaikan : 29 Mei 2012

D : Selamat pagi saudara, jumpa lagi bersama saya Rika dalam dialog zona B membangun negeri tanpa korupsi. Kerja sama dengan TV dengan Komisi ABC. Nah saudara, pagi hari ini kami akan mengangkat tema mengenai pemberdayaan pengawas internal untuk mengatasi kebocoran negara. Sejatinya ada banyak pengawas internal yang ada dan melekat di setiap kementrian. Yang artinya, pengawasan yang dilaksanakan untuk menghindari kebocoran sudah berlapis. Tapi sayangnya kemudian berdasarkan data yang dilansir oleh Komisi ABC, paling tidak APBN Negara itu bocor hingga angka 40%. Ini tentu sangat menakjubkan dan semakin membuat kita miris. Ada apakah sebetulnya dengan pengawas internal kita? Sudahkah mereka berfungsi dengan baik, dengan optimal untuk menekan angka kebocoran Negara ini. Baik, langsung saya perkenalkan di samping kiri saya sudah hadir Bapak ABC, wakil ketua Komisi ABC. Selamat pagi Pak.

Z : Selamat pagi mba Devi.

D : Iya…kemudian kemi juga mengundang wakil ketua Badan XYZ, Bapak XYZ. Selamat pagi Pak.

H : Baik, selamat pagi.

D : Selamat pagi. Terima kasih sudah bisa hadir di sini. Nah saudara, sebelum kita melanjutkan perbincangan ini, saya akan mengajak anda untuk menyaksikan sebuah prolog atau pembuka dari tema kita pada pagi hari ini. Selamat menyaksikan!

(prolog: Komisi ABC menjalankan strategi pencegahan korupsi dengan memanfaatkan kewenangan yang ada melalui kegiatan yang terintegrasi. Untuk itu ABC perlu bersinergi dengan banyak pihak, baik di institusi pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat, mitra internasional, maupun masyarakat sipil lainnya. Salah satu kerja sama yang akan dioptimalkan oleh ABC adalah membangun sinergi yang lebih kuat dengan inspektorat jenderal di semua kementrian dan lembaga. Sebagai pengawas internal, irjen diupayakan bisa menjadi mitra kerja yang efektif bagi ABC. Sebagai pemilik fungsi pengawasan, irjen sudah sepatutnya juga memiliki peran untuk mencegah berbagai kebocoran anggaran yang pada akhirnya membebani keuangan Negara. Apalagi sesuai dengan fungsi pengawasan, irjen sudah sepatutnya mendeteksi berbagai kegiatn mencurigakan di kementrian. Namun sayangnya, mereka masih terkungkung dalam sistem budaya dan birokrasi tertutup. Untuk membahas lebih dalam, tetap bersama Zona B di TV.)

D: Ya saudara, baru saja kita mendengarkan pembukaan di awal tema kita pada pagi hari ini. Saya mau langsung ke Pak ABC. Ada banyak sebetulnya institusi yang berperan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi. Tapi kalau menurut Pak ABC, sudahkah mereka efektif bekerja untuk membantu?

Z: Kalau dari pengamatan kita, juga dari laporan-laporan yang masuk mengenai dugaan adanya penyimpangan, adanya dugaan tindak pidana korupsi, nampaknya pengawasan internal belum berfungsi secara baik. Memang banyak hal sehingga menyebabkan mereka tidak berfungsi dengan baik.

– akhir rekaman –